h1

2 kalimat yang pernah ku katakan

September 17, 2012

aku ingat pada sebuah rapat. aq menjadi pimpinan rapat itu namun keadaan rapat saat itu sangat gaduh. aq emosiku pun naik. dengan kata suara lantang aku menyebut dua kalimat yang bisa ditempatkan dimana saja. “jangan dipikiran apa yg diberi orang, namun pikirkanlah apa yang kita berikan kepada orang lain” kalimat tersebut dapat ditempat disini juga jangan pikirkan apa yang diberikan oleh negara kita, namun coba kita pikir apa yang telah kita berikan kepada negara Indonesia ini. gara-gara aq memimpin rapat disekolah maka kalimat ini aku tempatkan disini “jangan berpikir apa yang telah diberikan sekolah untuk kita, namun apa yang telah kita berikan kepada sekolah. hal itu sekarang yang aku ingat ketika sekarang dalam sebuah masalah yang menyakitkan hati ini. mungkin semua orang tidak mengerti apa yang aku rasakan tapi kenyataan aq menyimpan rasa sakit yang sangat dalam dihatiku.   

h1

Kamus Bahasa Dayak Maanyan

Desember 23, 2011

bahsa Dayak Maanyan adalah bahasa yang sering di gunakan oleh suku Dayak Maanya. suku dayak Maanyan sekarang banyak tinggal didaerah Kalimantan Tengah tempat saya tinggal tepatnya saya tinggal di ampah, Kabupaten Barito Timur, Provinsi kaliamantan tengah walau tidak suku Dayak Maanyan namun saya sudah sejak lahir tinggal disini jadi saya mengenal beberapa kebudayaan dari daerah kami ini. contohnya saya Tariannya Balian Bulat, giring, dan lain-lain. selain itu ada bahasa daerah yang digunakan akan tercantum pada tabel ini. walau hanya bahasa sehari-hari namun ini mungkin membantu kita untuk mempelajari bahasa daerah Kalimantan tengah ini. jika terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan di perbaiki

No Bahasa Dayak Ma’ayan Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Bahasa Dayak Ma’ayan
1 Here mereka mereka Here
2 hanyu kamu kamu hanyu
3 Manrus mandi mandi Manrus
4 kuman makan makan kuman
5 Hanye dia dia Hanye
6 Na’an ada ada Na’an
7 hiyai iya iya hiyai
8 ada jangan jangan ada
9 rama banyak banyak rama
10 pasiar jalan-jalan jalan-jalan pasiar
11 darangan suami suami darangan
12 mekum sakit sakit mekum
13 hiye siapa siapa hiye
14 daya inun kenapa kenapa daya inun
15 inun apa apa inun
16 awe mana mana awe
17 anrei tunggu tunggu anrei
18 anri dengan/sama dengan/sama anri
19 hamen suka suka hamen
20 wawei perempuan perempuan wawei
21 upu laki-laki laki-laki upu
22 manuwu tampan tampan manuwu
23 Ma’awe kemana kemana Ma’awe
24 Ma’iru kesitu kesitu Ma’iru
25 Usu bohong bohong Usu
26 Ngu’ut minum minum Ngu’ut
27 Hante besar besar Hante
28 Ma’iti kesini kesini Ma’iti
29 Manre tidur tidur Manre
30 maharung duduk duduk maharung
31 Mawinei cantik cantik Mawinei
32 Watku milikku milikku Watku
33 ranu air air ranu
34 weyah beras beras weyah
35 Lum’mah piring piring Lum’mah
36 Sangkir cangkir cangkir Sangkir
37 pama baju baju pama
38 Butit sedikit sedikit Butit
39 iru itu itu iru
40 haut sudah sudah haut
41 Hu’an belum belum Hu’an
42 puang tidak tidak puang
43 Alah hantu hantu Alah
44 Mahi tidak ada tidak ada Mahi
45 Elah biar biar Elah
46 Hinang cepat cepat Hinang
47 karasa tahu tahu karasa
48 umpu’ cucu cucu umpu’
49 kakah kakek kakek kakah
50 nini nenek nenek nini
51 lunga bodoh bodoh lunga
52 rapui gila gila rapui
53 Wunu bunuh bunuh Wunu
54 ngiyak nangis nangis ngiyak
55 kakihi tertawa tertawa kakihi
56 ngasese mengejek mengejek ngasese
57 Matei mati mati Matai
58 welum hidup hidup welum
59 Mudi pulang pulang Mudi
60 hawi datang datang hawi
61 lawu jatuh jatuh lawu
62 lewu rumah rumah lewu
63 nyanit kecil kecil nyanit
64 mamu nyamuk nyamuk mam’mai
65 mam’mai naik naik min’nau
66 min’nau turun turun Muku
67 Muku diam diam takiyak
68 takiyak berjalan berjalan ulun
69 ulun orang orang nempat
70 nempat lari lari negai
71 negai memegang memegang ngihau
72 ngihau meminjam meminjam ngutik
73 ngutik mengambil mengambil antahu
74 antahu anjing anjing using
75 using kucing kucing kenah
76 kenah ikan ikan wawui
77 wawui babi babi uran
78 uran hujan hujan mala’ing
79 mala’ing panas panas tutu
80 tutu tante tante mama
81 mama paman paman rawen
82 rawen daun daun aken
83 aken keponakan keponakan ma’uring
84 ma’uring pelit pelit mate
85 mate mata mata urung
86 urung hidung hidung silu
87 silu telinga telinga dipen
88 dipen gigi gigi wawa
89 wawa mulut mulut ra’i
90 ra’i dahi dahi wulu
91 wulu rambut rambut ma’kapan
92 ma’kapan tebal tebal ulu
93 ulu kepala kepala diung
94 diung leher leher pe’e
95 pe’e kaki kaki wutung
96 wutung perut perut puhet
97 puhet pusar pusar lela
98 lela lidah lidah puhet
99 iwei liur liur lela
100 me’enguh bau bau iwei
101 titik arung tai lalat tai lalat me’enguh
102 suang anting anting titik arung
103 kasungu rindu/kangen rindu/kangen suang
104 mangulah membuat membuat kasungu
105 ngami memberi memberi mangulah
106 nga’iyuh mendapat mendapat ngami
107 midi membeli membeli nga’iyuh
108 nyiyuk mencium mencium midi
109 ngikup memeluk memeluk nyiyuk
110 babur berkelahi berkelahi ngikup
111 laku minta minta babur
112 ruyan durian durian laku
113 Wu’a buah buah ruyan
114 Nganaru memasak nasi memasak nasi Wu’a
115 nuen memasak lauk pauk memasak lauk pauk Nganaru
116 rikut rumput rumput nuen
117 dengkut singkong singkong rikut
118 tane tanah tanah dengkut
119 apui api api tane
120 udut rokok rokok apui
121 tau bisa bisa udut
123 tau
124
h1

Hasil Corel Draw Versi Terbaru

Desember 14, 2011

karya ini menjadi tolak ukur kemampuan saya dalam mengunakan Corel draw yang saya miliki walau semua memliki kekurangan. saya berpendapat mungkin ini bisa menjadi peluang kerja yang sangat bagus dikalimantan tengah.semoga karya saya ini dapat menjadi inspirasi teman-teman semua oke thanks…..

h1

Belajar COREL DRAW

Desember 12, 2011

ini adalah cover undangan walau hanya sederhana tidak dibuat lebih baik lagi hal itu karena hanya digunakan sebagai project atau percobaan pertama saya membuat undangan dengan COREL DRAW… hal ini dapat menjadi sumber mata pencarian baru yang di Indonesia belum booming… terutama ditempat saya tinggal tepatnya di kalimantan tengah.

h1

Menjemputnya Dari SURGA

November 10, 2011

MENJEMPUTNYA DARI SURGA

Oleh: Aditya Mawardi

            Panas yang menyengat di kota Banjarbaru siang hari ini sangat menyengat apalagi aku harus mengikuti Upacara Bendera 17 Agustusan di lapangan Murjani. Namaku aditya Mawardi umurku 15 tahun, tinggiku 173 cm, berat badanku 45 kg namun kata temanku dibalik kekurangan pasti tersembunyi kelebihan prinsip itu yang mebuatku tetap semngat menjalani hidup.  saat ini aku bersekolah atau siswa SMK Telkom Banjarbaru salah satu sekolah favorit yang disegani diseluruh Kalimantan karena siswa tersebar dari seluruh punjuru pulau kalimantan. Hari ini aku dan teman-teman seperti Aby (diijuluki pelawak X C  karena orang kurus, putih, dan tidak pernah serius selalu membuat lelucon setiap saat), Rizqy Aidil Noor (di juluki sebagai big man  karena paling tinggi dan paling gendut tapi memiliki solidaritas yang tinggi), Gusti Rima( dia adalah miss lebay karena paling centil walau dia memang cantik namun itu yang menarik padanya), dan teman-teman sekelasku lainnya.

Panas yang begitu menyengat menghantam kami pada waktu upacara bendera 17 agustus kali ini kami merasa matahari ada dua karena panas matahari dari atas terpantul lagi lawat aspal yang kami pijak. Hal itu membuat fisik kami lemah pada waktu itu namun semangat kami tak mau kalah dengan pejuangan masa lalu yang merebut kemerdekaan. kami terus berjuang untuk mengikuti upacara hari yang di ikuti oleh walikota. Kami terus menahan panas sehingga kami tidak mengetahui sampai mana upacara telah berlangsung namun semua mata tertuju pada drap langkah paskibraka, semua mata terpana melihat langkah mereka yang serasi dan kompak. Betapa gagahnya mereka andai aku bisa mengikuti langkah mereka di dalam benakku berkata seperti itu.

Tak terasa upacara bendera telah berlalu dengan ditutup dengan penampilan sempurna para PASKIBRKA. Aby mengakata sesuatu pada saat itu ”akhir kita merdeka” rima menjawa kata-katanya itu “ kata siapa Bi kita masih ada karnaval untuk ketemua sama walikota” dengan bahasa banjar abi pun menjawab ”mailah kada waktu istirahat kita ni ampih pank” tak lama abi berkata seperti itu teman-teman yang lain menyuruh baris untuk karnaval.  Semuanya kembali bersemangat meskipun dalam keadaan yang sangat capek dengan mengayunkan/mengibarkan bendera merah putih ditangan masing-masing semua berjalan dengan penuh tawa. ketika sampai didepan podium semua tersenyum kearah kanan lapangan aku kira tidak ada apa mungkin memang kebiasaan mereka namun ternyata ada walikota di kanan barisan kami aku pun bingung mengapa aku tidak menyadarinya sendiri lalu hanya tersenyum kearah beliau.

Siang itu belalu dengan indah aku pun pulang setelah dijemput naik sepeda oleh kakakku yang baru pulang dari kampus latihan gladi bersih Yudisium. Kami pun kembali kerumah kami yang berda di komplek berlina jaya 3 kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru kira-kira 500 meter dari BRIMOB Banjarbaru setelah tiba di rumah kakakku berkomentar terhadap kulit yang mehitam karena panasnya upaca bendera tadi dia berkata “orang mana ni sesat ke Banjarbaru” aku pun tak menjawabnya karena tak ada yang dapatku katakana karena ini adalah fakta aku tak dapat menyanggahnya sekalipun aku berpikir tujuh kali keliling. Aku Cuma dapat menjawabnya dengan senyum malu.

Hanya istirahat satu jam saja aku harus kembali ke lapangan Dr Murjani karena harus mengikuti upacara penurunan bendera disana. Aku dan kawan-kawan datang jam 2 Wita ternyata disana belum ada satu orang pun hanya kami siswa siswi SMK Telkom yang kebetulan lapangan murjani berada tepat dibelakang sekolah kami jadi kami kembali kesekolah karena tak ada orang lain selain dilapangan selain kami. Kami disekolah sangat asyik karena pada waktu yang bersamaan sekolah kami mengandaka lomba 17-an. Sorak sorai suara pendukung tim tiap kelas terdengar sangat keras disana.

Satu jam berlalu tanpa terasa dan matahari pun mulai condong kebarat. kami pun mulai berkumpul dan kembali ke lapangan Murjani yang saat ini telah penuh dengan anak berseragam pramuka. Aku berkomentar “acara hampir dimulai siap lagi teman-teman” semua besorak dengan satu kalimat ”ah panas lagi panas lagi”. Suara gelak tawa terdengar dari mulut kami karena sangat kompak menjawab komentarku. Kami pun masuk barisan tempat mengahadap tiang bendera namun tiba-tiba kami terkejut mendengar upacra yang kami ikuti adalah upacara pramuka walau kami menggunakan pakaian pramuka namun kami malu karena kami tidak memakai atribut pramuka lengkap saat itu dan kami pun bukan anggota pramuka walau aku adalah anggota pramuka mulai SD sampai SMP namun sekarang aku bukan anggota pramuka karena di sekolahku tidak ada ekskul PRAMUKA. Suara berbisik-bisik terdengar dalam barisan “wah kita sama salah masuk upacara ni” kata seseorang dibelakangku yang aku tak tau siapa karena suara itu terdengar samar-samar.

Satu jam berlalu upacara pramuka pun berakhir ditutup dengan peragaan karate oleh SAKA BHAYANGKARA. Aku pun teringat dan ingin mengikuti pramuka rasa namun belum selesai mengkhayal ikut PRAMUKA.

Tak lama berselang upacara penurunan bendera akan segera dimulai karena seluruh peserta telah berkumpul. Upacra berlangsung dengan baik dan rasa panas pun tak ada. Setelah upacara berakhir kami kembali ke sekolah ternyata disekolah teman-teman yang disekolah udah pulang maklum udah jam lima WITA jadi emang waktunya pulang sekolah. Kami pulang sekolahkan jam empat WITA. Teman-temanku yang ikut upacara pun pulang sedangkan aku mencari tempat yang enak untuk menunggu kakak perempuan menjemputku.

Tak lamaku tunggu kakakku pun datang dia barusan pulang dari kampus untuk persiapan yudisiumnya besok. Aku pun bergegas naik sepeda motor honda Supra X Injection warna merah kami yang setia mengantar kami kemana pun kami ingin pergi. Di perjalan dia bertanya “besok mau pulang ke Ampah(kampung halaman kami letaknya di kecamatan Dusun Tengah, kabupatean Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah disana masih asri, tenang indah, orangnya ramah-ramah suku yang ada disana suku Dayak Ma’anyan, Dayak Lawangan, dan beberapa suku liannya. Walau kami suku jawa namun aku dan kakakku sudah mulai kecil tinggal disana) nggak?” aku menjawab “mau dong kebetulan besok libur dan tiga hari lagi kan hari pertama puasa” kakakku pun kembali menjawab “besok kita pulang ke Ampah selesai mba yudisium” aku kembali menjawab “oke deh”. Tak terasa perjalanan kami menuju rumah kami telah selesai kami pun sampai dirumah. kami pun bergegas mandi karena adzan magrib telah berkumandang.

Malam semakin larut tak terasa sudah jam 21.00 WITA. Aku pun yang besok libur aku berinisiatif untuk nonton tv karena acara kesukaan aku dan kakakku akan segera mulai yaitu OVERA VAN JAVA acara laeak yang dimainkan oleh Sule, Parto, Andre Taulani, Aziz Gagap, dan Nunung. OVJ membuat kami terpingkal-pingkal malam itu sampai kami merasa lelah dan akhirnya kami tidur ke kamar kami masing-masing.

Pagi-pagi buta aku terbangun oleh sebuah suara di depan tv setelah ku dengar baik-baik ternyata itu adalah suara kakakku yang bersipa-siap untuk pergi ke kampus untuk mengikuti yudisiumnya. Tak lama suara itu mulai menghilang dan suaranya memanggil dan berkata “mba berangkat ya?. Hati-hati dirumah, dan entar sore kita pulang” “ya” jawabku dan sembari kembali tidur.

Fajar mulai menyingsing aku pun bergegas bangun dan menyapu rumah sebelum mandi karena pikirku kami mau pulang hari ini jadi aku harus bersih-bersih rumah supaya nanti saat kembali tidak terlalu kotor. Aku pun menyapu dilanjutkan dengan ngepel waktu terus berlalu setelah aku selesai membersihkan rumah dan mandi aku duduk didepan dengan beralasan kasur sambil nonton tv. Aku bosan menunngu kakakku. Aku pun masak telur dan sarapan walau hari sudah jam sebelas WITA. Aku menikmati makananku dengan nyaman. Setelah aku makan makan aku duduk kembali didepan tv namun aku merasa gelisah. Aku ingin menelpon kakakku kenapa dia lama sekali pulang namun aku mengurungkan niat untuk menelponnya karena ku pikir sebentar lagi mungkin dia pulang.

Detak jam terdengar nyaring saat itu tepat jam sebelas siang. Terdengar suara sepeda didepan rumah ku kira hanya suara sepeda motor orang tapi ternyata ada orang yang memanggil namaku disana aku pun bergegas membuka pintu. Ternyata mereka adalah kak Resa orangnya tinggi, imut, ramah dan baik dia adalah teman satu kampus sekaligus satu fakultasnya bersama kak Arif orang agak gendut, kulitnya putih, rambutnya kuning bercahaya karena habis disemir. Aku bertanya “ada apa kak?” kak Resa menjawab sambil menitikan Air mata” kakakmu kecelakaan dit” aku kaget dan kembali bertanya “dimana, tabrakan atau jatuh sendiri” dia tak dapat menjawab pertanyaanku itu dia hanya menyuruhku cepat ikut dia dan telpon ibuku. Aku langsung bergegas menelpon ibu tut… tut…. Tut “hallo, assalamualaikum” tanda telponku diangkat oleh ibuku aku menjawab “walaikumsalam ini teman mba Ida(sebutan orang kepada ma kakakku kampung halamanku) mau ngomong mah” Beliau menjawab “kenapa?” aku langsung memberikan handphoneku kepada kak Resa dan aku pergi untuk bersiap hanya suara kakak Resa yang terdengar sambil bersiap-siap. Aku meneteskan air mata ketika mendengar cerita kak Resa walau hanya dari jauh. Aku tersentak kaget mendengar kakak dipukul dan dihempaskan kepalanya ke dinding dan kelantai. Aku sangat sedih bahkan emosi namun aku berpikir aku harus kesana secepatnya melihat keadaan kakakku.

Setelah menyusuri kota Banjarbaru akhirnya aku sampai di RSUD Banjarbaru. Aku masuk dan melihat kakak mutah dan mengeluarkan darah dari hidung betapa sedihnya dan emosinya aku kepeda orang telah membuat kakakku menderita sperti ini namun aku tersadar sekarang bukan saatnya bersedih dan emosi sekarang saatnya aku menolong danm mengurangi penderitaannya. Aku menelpon ibu dan aku meminta tolong kirimkan uang dan suruh Om Mul (beliau adalah sahabat papaku bahkan sudah dianggap saudara sendiri dan dia juga dianggap kakakku sebagai papa sendiri karena di tempat dialah kakak ku tinggal di Banjarbaru selama enam tahu mulai SMP sampai SMA) datang kesini untuk membantu.

Tak lama beselang Om Mul pun datang ke RSUD beliau bersama istrinya dan anaknya yang bernama Andre. Om Mul langsung masuk kedalam rumah sakit dan minta surat rujukan untuk merujuk kakak ke RS Suaka Insan(Rumah sakit yayasan Kristen dan paling terkenal di Banjarmasin) disana kakak mungkin dapat tindak medis yang lebih karena disana ada dokter saraf bahkan jika diperlukan tindakan operasi disana mungkin dapat melaksanakannya. Tak lama berselang kakakku dibawa ke RS Suaka Insan disana kakakku. Aku ingin masuk ke mobil Ambulans yang membawa kakak ke RS Suaka Insan tapi Om Mul melarangku dan dia mengajakku ikut bersamanya di mobilnya. Ya aku menurut saja apa kata Omku itu.

Sekitar lima belas menit kami menunggu. Akhirnya  kami pun berangkat ke RS Suaka Insan. Aku, Omku, dan Andre naik mobilnya Omku sedangkan. Kak Resa, kak Arif, kak Nila, Kak Adis, dan Istrinya Omku ikut di Ambulans menemani kakakku. Kami mengikuti mobil ambulans dari belakang namun aku semakin sedih ketika pada waktu itu aku tak dapat menemani kakakku disana apalagi mobil ambulans itu meninggalkan kami jauh karena mobil ambulans dapat menerobos  lampu merah begitu saja ditambah dengan kami terjebak macet maklum kota besar.

Setelah perjalan sepanjang satu jam penuh kami akhirnya sampai di RS Suaka Insan kami berjalan menuju UGD. Omku bertanya ke perawat “mana dokternya ya?” “dokternya lagi makan siang” jawab perawat itu. Yah kami menunggu dengan bercanda bersama kakakku yang saat itu sudah sadar.

Setengah jam berlalu ternyata ada dokter yang datang dan menyuruh petugas UGD membawa kakakku ke ruang CT Scan. Ketika sampai disana diminta hanya satu orang saja yang menemaninya dalam ruang. Aku ingin menemaninya di ruangan itu namun aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan disana. Aku pun meminta kepada kak Adis teman karib kakakku yang selalu menemani kemana pun kakakku pergi. Mereka pun pergi masuk ke ruangan itu.

Setengah jam mereka didalam ruangan itu aku dan yang lain berbicara seadanya untuk mengisi waktu menunggu mereka keluar dari ruangan itu. Kreeekk bunyi pintu terbuka aku dan yang lain menoleh ke pintu ruangan itu. Kak adis keluar dari ruangan itu dengan tangisan. Kami pun bertanya kepadanya “ada apa kak, apa yang terjadi” dia tidak dapat menjawab hanya tangis yang memberi tahu kami apa yang terjadi pada kakakku. Oprator CT Scan pun meminta kakakku untuk dibawa ke ruang ICCU. Kami semua pun akhirnya mengerti keadaan kakakku sudah terlalu parah. Disana aku sangat sedih dan menahan air mata.

Krek… pintu ruang ICCU di buka oleh perawat yang berada disana. Kami memindahkan tubuh kakak ku yang lemah dan tak berdaya di ruang ICCU. Sekarang kakakku mulai kehilangan kesadarananya. Aku tak bisa tersenyum bahkan berkata sedikit pun. Aku tersentak sekarang. Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu kakakku. Sebuah bisikan menelusup telingaku “hanya Allah SWT yang dapat membantu kakakmu saat ini”. Itu yang terdengar di telingaku aku pergi ke mushola yang ada RS Suaka Insan. Di mushola aku sholat sambil meneteskan air mata. Aku teringat kakak aku berdoa” ya Allah yang maha besar aku meminta tolong selamatkanlah kakakku. Disana dia terbaring lemah. Hanya kau yang dapat menyelamatnya. Hanya kepada-Mu aku meminta dan hanya kepada-Mu aku memohon.

Seusai aku sholat azhar di mushola. Aku kembali ke ICCU. Tangis disana pecah semua orang menangis. Kak resa menyuruhku cepat masuk kedalam ruangan kakakku. Ketika masuk aku melihat di seluruh tubuh kakak di penuhi selang infus dan alat-alat medis lainnya. Seketika tangisanku pecah ketika melihat tangan kakakku yang menggenggam erat tangannya karena menahan kesakitan. Aku pun terus mebacakan doa untuk kakakku dan sekali-kali menelpon mama dan papaku yang saat ini sedang menuju kesini mulai siang tadi setelah ku telpon.

Adzan magrib pun telah berkumandang aku terpaksa meninggalkan kakakku bersama Om ku beberapa teman-teman kakakku seperti kak Adis, kak Resa, dan lainya hampir satu fakultas seanggkatan dengan kakakku datang untuk meberikannya dukungan batin. Aku menunaikan ibadah sholat magrib berjama’ah bersama dengan teman-teman dan dosen kakakku. Belum selesai rakaat pertama aku sudah tak kuasa menahan tangisku. Aku menangis dan terus melanjutkan sholatku. Selesai sholat aku semua orang menatapku. Tanpa berkata sedikitpun aku langsung mengangkat kedua untuk berdoa demi keselamatan kakakku. Setelah sholat magrib aku bergegas ke ruanga ICCU untuk mendampingi kakakku,

Tak lama berselang papa dan mamaku tiba aku sedikit lega. Ketika mereka masuk kedalam ruangan ICCU papaku langsung berkata kasar karena tak terima melihat kakakku terbaring tak berdaya ditempat tidurnya. Sedangakan mamaku hanya dapat menagis. Aku langsung menenangkan papaku. Aku berkata “ini adalah cobaan dari Ilahi”. Papaku langsung berangsur-angsur tenang lalu kemudian aku pergi keluar dari ruangan itu. Diluar aku berbincang bincang bersama om beliau berkata “dit sabar ini cobaan” aku menjawab “iya om(sambil mengangguk)”  beliau berkata lagi “kamu disini sebagai anak tertua dikeluarga karena kakakmu masih seperti ini” aku menjawab “iya om. Aku sadar hal itu”. Disela-sela perbincangan kami kreeek pintu ICCU terbuka dan kakak Patmi teman kakakku yang paling tua di fakultasnya dan keluarga satu kampung halaman muncul dia berkata “ Om mul, Adit kedalam” aku dan Om Mul bersama Istri masuk kedalam disana kami bertemu dengan dokter saraf yang sore tadi berbicara dengan kami. Om Mul membuka pembicaraan kami antara aku, papaku, Om Mul, dan kak Patmi dengan dokter saraf “ ada ini kami di suruh kesini”. Papaku pun menjawab “kata dokter Ida harus dioperasi mala mini juga jika besok dokter ragu ida bisa bertahan”. Om Mul menjawab “ya harus tunggu apa lagi” ayah ku kembali menjawab “namun dokter Bedah Saraf tidak ada, lagi pergi ke Malang dan dokter bedah saraf hanya ada satu di KALSEL ”. Om Mul menjawab “kata suster tadi siang ada tapi dokternya hanya makan siang, namun kalau bisa dokternya disuruh pulang segala mala mini juga segala tiket dan yang lainnya kami tanggung”. Papaku mengiyakan hal itu kedokter. Setelah itu dokter saraf itu menelpon dokter bedah sarah yang bernama dokter  setiawan dan memintanya namun dokter itu tidak bisa pulang mala mini juga paling lambat dua hari lagi karena ini penting. Namun dokter saraf memberikan solusi. “bagaimana yang ngoperasi saya saja dan saya dibantu oleh dokter ahli bedah”. papaku meminta waktu untuk berpikir. aku yang mendengarkan pembicaraan tadi kecewa dengan dokter ahli bedah tadi. Setelah pembicaraan selesai papaku pergi mendekati ibu dan berdikusi bagaimana sebaiknya. Sebelum hasil mereka mendapatkan hasil aku mendekati mereka untuk sholat isya terlebih dahulu sebelum memutuskan semua. Papaku langsung mengiyaka dan pergi ke mushola aku mengantar beliau kesana setelah mengantar aku kembali kedepan ruang ICCU disana banyak teman-teman kakakku yang menunggu dia sadar.

Setelah sekian lama aku menunggu papa sholat akhirnya beliau kembali. Aku pun mencegat beliau di depan pintu ruang ICCU aju berkata kepada beliau “jangan ada penyesala apa yang bisa kita lakukan sekarang buat mba. Kita lakukan karena semua nasib itu di tangan Allah manusia hanya bisa berencana”. Papaku hanya berlalu saja dan masuk kedalam ruanga ICCU. Aku berpikir Papaku juga pasti berpikiran sama denganku jadi aku harus tenang.

Tepat jam 21.00 WITA teman kakak yang tidak kukenal keluar dari ruang ICCU dan memberi tahu kami kalau kakakku akan dioperasi mala mini juga. Terbersit sedikt senyum wajah dan keyakinan kalau ini adalah jalan terbaik yang papaku pilih.

Tak lama berselangan pintu ruang ICCU terbuka ternyata kakakku mulai dipindahkan perawat ke ruang operasi. Kami pun mengikutinya sampai ke depan pintu ruang operasi. Didepan pintu ruang operasi banyak teman-teman kakakku yang menunggu kakakku selesai walau jam sudah menujukan pukul 11.00 WITA. Semua orang menunnggu lampu didepan pintu ruang operasi itu padam pertanda bahwa operasi telah selsei. Aku mondar-mandir tak bisa diam kerana hati ku gelisah menunggu kakakku dioprasi apakah ini akan berhasil, apakah kami dapat menjemputnya dari surge pikirku.

Dua jam belalu pintu ruang ICCU mulai terbuka dan lampu disana pun padam seseorang pun muncul dari sana membawa 400 Cc darah yang telah dikelurkan dari kepala kakakku. Ya semuanya tersenyum mendengar hal itu. “Namun jangan senang dulu operasi masa kritisnya masih dua hari. Apakah lira dapat bertahan atau tidak?” kata dokter saraf yang keluar dari ruang. Namun sekrang aku yakin kami akan dapat menjemputnya dari surge walau masa kritisnya masih dua hari.

h1

Hasil Corel Draw

November 10, 2011

ini adalah hasil belajar Corel Draw. saya mohon komentarnya

h1

GERAKAN PEDULI BANGSA PART II

November 8, 2010

SENIN, 8 Nopember 2010, adalah hari pertama kami anggota PRAMUKA KWARTIR RANTING DUSUN TENGAH menggalang dana untuk bencana alam di Yogyakarta dan Mentawai,,, semua perserta penggalangan dana sangat antusias dan sangat kompak dalam melaksana panggilan hati untuk membantu saudara-saudara kami di Yogyakarta dan Mentawai.

Mulai Pukul 07 .15 setelah Upacara Bendera kami pun bersiap-siap seperti menyiapkan kotak sumbangan pembagian tugas sesuai dengan hasil rapat yang dilakukan kemarin. setelah hal itu saya selaku ketua pelaksana saya langsung memberi arahan di dampingi oleh pembina kami yaitu: PAK BUDI, PAK NGATIRIN, dan PAK BAYU. 

Pukul 09.00 pun kami pun beraksi menggalang dana untuk korban bencana kami tersebar kesana kemari namun tetap satu koordinasi untuk tetap tertib. disela kegiatan banyak hal lucu sekaligus mengagumkan karena seseorang dari kami yaitu dais terus semangat meminta sumbangan di pinggir jalan dengan menggunakan megaphone dia berkata” Bapak/Ibu mohon sumbangan untuk saudara kita di YOGYAKARTA dan MENTWAI ” hal itu di lakukannya berulang-ulang selama kurang lebih 2 jam tanpa lelah dia ikhlas membantu saudara kita di YOGYAKARTA dan MENTAWAI .  setelah semua selesai tepat jam setengah 11 kami kembali ke markas besar kami yaitu SMAN 1 DUSUN TENGAH untuk melakukan EVALUASI dan LAPORAN KEUANGAN… HAL mengejutkan terjadi ternyata laporan keuangan kami sanngat memuaskan kami dalam satu hari mampu mengumpulkan Rp.8.400.00,00. hal itu membuat semua teman-teman yang tergabung dalam KWARTIR RANTING DUSUN TENGAH sangat senang dan bangga karena mungkin uang itu dapat membantu meringankan penderita saudara kita di yogyakarta dan MENTAWAI….