Posts Tagged ‘Cerpen Remaja’

h1

Menjemputnya Dari SURGA

November 10, 2011

MENJEMPUTNYA DARI SURGA

Oleh: Aditya Mawardi

            Panas yang menyengat di kota Banjarbaru siang hari ini sangat menyengat apalagi aku harus mengikuti Upacara Bendera 17 Agustusan di lapangan Murjani. Namaku aditya Mawardi umurku 15 tahun, tinggiku 173 cm, berat badanku 45 kg namun kata temanku dibalik kekurangan pasti tersembunyi kelebihan prinsip itu yang mebuatku tetap semngat menjalani hidup.  saat ini aku bersekolah atau siswa SMK Telkom Banjarbaru salah satu sekolah favorit yang disegani diseluruh Kalimantan karena siswa tersebar dari seluruh punjuru pulau kalimantan. Hari ini aku dan teman-teman seperti Aby (diijuluki pelawak X C  karena orang kurus, putih, dan tidak pernah serius selalu membuat lelucon setiap saat), Rizqy Aidil Noor (di juluki sebagai big man  karena paling tinggi dan paling gendut tapi memiliki solidaritas yang tinggi), Gusti Rima( dia adalah miss lebay karena paling centil walau dia memang cantik namun itu yang menarik padanya), dan teman-teman sekelasku lainnya.

Panas yang begitu menyengat menghantam kami pada waktu upacara bendera 17 agustus kali ini kami merasa matahari ada dua karena panas matahari dari atas terpantul lagi lawat aspal yang kami pijak. Hal itu membuat fisik kami lemah pada waktu itu namun semangat kami tak mau kalah dengan pejuangan masa lalu yang merebut kemerdekaan. kami terus berjuang untuk mengikuti upacara hari yang di ikuti oleh walikota. Kami terus menahan panas sehingga kami tidak mengetahui sampai mana upacara telah berlangsung namun semua mata tertuju pada drap langkah paskibraka, semua mata terpana melihat langkah mereka yang serasi dan kompak. Betapa gagahnya mereka andai aku bisa mengikuti langkah mereka di dalam benakku berkata seperti itu.

Tak terasa upacara bendera telah berlalu dengan ditutup dengan penampilan sempurna para PASKIBRKA. Aby mengakata sesuatu pada saat itu ”akhir kita merdeka” rima menjawa kata-katanya itu “ kata siapa Bi kita masih ada karnaval untuk ketemua sama walikota” dengan bahasa banjar abi pun menjawab ”mailah kada waktu istirahat kita ni ampih pank” tak lama abi berkata seperti itu teman-teman yang lain menyuruh baris untuk karnaval.  Semuanya kembali bersemangat meskipun dalam keadaan yang sangat capek dengan mengayunkan/mengibarkan bendera merah putih ditangan masing-masing semua berjalan dengan penuh tawa. ketika sampai didepan podium semua tersenyum kearah kanan lapangan aku kira tidak ada apa mungkin memang kebiasaan mereka namun ternyata ada walikota di kanan barisan kami aku pun bingung mengapa aku tidak menyadarinya sendiri lalu hanya tersenyum kearah beliau.

Siang itu belalu dengan indah aku pun pulang setelah dijemput naik sepeda oleh kakakku yang baru pulang dari kampus latihan gladi bersih Yudisium. Kami pun kembali kerumah kami yang berda di komplek berlina jaya 3 kelurahan Guntung Manggis Banjarbaru kira-kira 500 meter dari BRIMOB Banjarbaru setelah tiba di rumah kakakku berkomentar terhadap kulit yang mehitam karena panasnya upaca bendera tadi dia berkata “orang mana ni sesat ke Banjarbaru” aku pun tak menjawabnya karena tak ada yang dapatku katakana karena ini adalah fakta aku tak dapat menyanggahnya sekalipun aku berpikir tujuh kali keliling. Aku Cuma dapat menjawabnya dengan senyum malu.

Hanya istirahat satu jam saja aku harus kembali ke lapangan Dr Murjani karena harus mengikuti upacara penurunan bendera disana. Aku dan kawan-kawan datang jam 2 Wita ternyata disana belum ada satu orang pun hanya kami siswa siswi SMK Telkom yang kebetulan lapangan murjani berada tepat dibelakang sekolah kami jadi kami kembali kesekolah karena tak ada orang lain selain dilapangan selain kami. Kami disekolah sangat asyik karena pada waktu yang bersamaan sekolah kami mengandaka lomba 17-an. Sorak sorai suara pendukung tim tiap kelas terdengar sangat keras disana.

Satu jam berlalu tanpa terasa dan matahari pun mulai condong kebarat. kami pun mulai berkumpul dan kembali ke lapangan Murjani yang saat ini telah penuh dengan anak berseragam pramuka. Aku berkomentar “acara hampir dimulai siap lagi teman-teman” semua besorak dengan satu kalimat ”ah panas lagi panas lagi”. Suara gelak tawa terdengar dari mulut kami karena sangat kompak menjawab komentarku. Kami pun masuk barisan tempat mengahadap tiang bendera namun tiba-tiba kami terkejut mendengar upacra yang kami ikuti adalah upacara pramuka walau kami menggunakan pakaian pramuka namun kami malu karena kami tidak memakai atribut pramuka lengkap saat itu dan kami pun bukan anggota pramuka walau aku adalah anggota pramuka mulai SD sampai SMP namun sekarang aku bukan anggota pramuka karena di sekolahku tidak ada ekskul PRAMUKA. Suara berbisik-bisik terdengar dalam barisan “wah kita sama salah masuk upacara ni” kata seseorang dibelakangku yang aku tak tau siapa karena suara itu terdengar samar-samar.

Satu jam berlalu upacara pramuka pun berakhir ditutup dengan peragaan karate oleh SAKA BHAYANGKARA. Aku pun teringat dan ingin mengikuti pramuka rasa namun belum selesai mengkhayal ikut PRAMUKA.

Tak lama berselang upacara penurunan bendera akan segera dimulai karena seluruh peserta telah berkumpul. Upacra berlangsung dengan baik dan rasa panas pun tak ada. Setelah upacara berakhir kami kembali ke sekolah ternyata disekolah teman-teman yang disekolah udah pulang maklum udah jam lima WITA jadi emang waktunya pulang sekolah. Kami pulang sekolahkan jam empat WITA. Teman-temanku yang ikut upacara pun pulang sedangkan aku mencari tempat yang enak untuk menunggu kakak perempuan menjemputku.

Tak lamaku tunggu kakakku pun datang dia barusan pulang dari kampus untuk persiapan yudisiumnya besok. Aku pun bergegas naik sepeda motor honda Supra X Injection warna merah kami yang setia mengantar kami kemana pun kami ingin pergi. Di perjalan dia bertanya “besok mau pulang ke Ampah(kampung halaman kami letaknya di kecamatan Dusun Tengah, kabupatean Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah disana masih asri, tenang indah, orangnya ramah-ramah suku yang ada disana suku Dayak Ma’anyan, Dayak Lawangan, dan beberapa suku liannya. Walau kami suku jawa namun aku dan kakakku sudah mulai kecil tinggal disana) nggak?” aku menjawab “mau dong kebetulan besok libur dan tiga hari lagi kan hari pertama puasa” kakakku pun kembali menjawab “besok kita pulang ke Ampah selesai mba yudisium” aku kembali menjawab “oke deh”. Tak terasa perjalanan kami menuju rumah kami telah selesai kami pun sampai dirumah. kami pun bergegas mandi karena adzan magrib telah berkumandang.

Malam semakin larut tak terasa sudah jam 21.00 WITA. Aku pun yang besok libur aku berinisiatif untuk nonton tv karena acara kesukaan aku dan kakakku akan segera mulai yaitu OVERA VAN JAVA acara laeak yang dimainkan oleh Sule, Parto, Andre Taulani, Aziz Gagap, dan Nunung. OVJ membuat kami terpingkal-pingkal malam itu sampai kami merasa lelah dan akhirnya kami tidur ke kamar kami masing-masing.

Pagi-pagi buta aku terbangun oleh sebuah suara di depan tv setelah ku dengar baik-baik ternyata itu adalah suara kakakku yang bersipa-siap untuk pergi ke kampus untuk mengikuti yudisiumnya. Tak lama suara itu mulai menghilang dan suaranya memanggil dan berkata “mba berangkat ya?. Hati-hati dirumah, dan entar sore kita pulang” “ya” jawabku dan sembari kembali tidur.

Fajar mulai menyingsing aku pun bergegas bangun dan menyapu rumah sebelum mandi karena pikirku kami mau pulang hari ini jadi aku harus bersih-bersih rumah supaya nanti saat kembali tidak terlalu kotor. Aku pun menyapu dilanjutkan dengan ngepel waktu terus berlalu setelah aku selesai membersihkan rumah dan mandi aku duduk didepan dengan beralasan kasur sambil nonton tv. Aku bosan menunngu kakakku. Aku pun masak telur dan sarapan walau hari sudah jam sebelas WITA. Aku menikmati makananku dengan nyaman. Setelah aku makan makan aku duduk kembali didepan tv namun aku merasa gelisah. Aku ingin menelpon kakakku kenapa dia lama sekali pulang namun aku mengurungkan niat untuk menelponnya karena ku pikir sebentar lagi mungkin dia pulang.

Detak jam terdengar nyaring saat itu tepat jam sebelas siang. Terdengar suara sepeda didepan rumah ku kira hanya suara sepeda motor orang tapi ternyata ada orang yang memanggil namaku disana aku pun bergegas membuka pintu. Ternyata mereka adalah kak Resa orangnya tinggi, imut, ramah dan baik dia adalah teman satu kampus sekaligus satu fakultasnya bersama kak Arif orang agak gendut, kulitnya putih, rambutnya kuning bercahaya karena habis disemir. Aku bertanya “ada apa kak?” kak Resa menjawab sambil menitikan Air mata” kakakmu kecelakaan dit” aku kaget dan kembali bertanya “dimana, tabrakan atau jatuh sendiri” dia tak dapat menjawab pertanyaanku itu dia hanya menyuruhku cepat ikut dia dan telpon ibuku. Aku langsung bergegas menelpon ibu tut… tut…. Tut “hallo, assalamualaikum” tanda telponku diangkat oleh ibuku aku menjawab “walaikumsalam ini teman mba Ida(sebutan orang kepada ma kakakku kampung halamanku) mau ngomong mah” Beliau menjawab “kenapa?” aku langsung memberikan handphoneku kepada kak Resa dan aku pergi untuk bersiap hanya suara kakak Resa yang terdengar sambil bersiap-siap. Aku meneteskan air mata ketika mendengar cerita kak Resa walau hanya dari jauh. Aku tersentak kaget mendengar kakak dipukul dan dihempaskan kepalanya ke dinding dan kelantai. Aku sangat sedih bahkan emosi namun aku berpikir aku harus kesana secepatnya melihat keadaan kakakku.

Setelah menyusuri kota Banjarbaru akhirnya aku sampai di RSUD Banjarbaru. Aku masuk dan melihat kakak mutah dan mengeluarkan darah dari hidung betapa sedihnya dan emosinya aku kepeda orang telah membuat kakakku menderita sperti ini namun aku tersadar sekarang bukan saatnya bersedih dan emosi sekarang saatnya aku menolong danm mengurangi penderitaannya. Aku menelpon ibu dan aku meminta tolong kirimkan uang dan suruh Om Mul (beliau adalah sahabat papaku bahkan sudah dianggap saudara sendiri dan dia juga dianggap kakakku sebagai papa sendiri karena di tempat dialah kakak ku tinggal di Banjarbaru selama enam tahu mulai SMP sampai SMA) datang kesini untuk membantu.

Tak lama beselang Om Mul pun datang ke RSUD beliau bersama istrinya dan anaknya yang bernama Andre. Om Mul langsung masuk kedalam rumah sakit dan minta surat rujukan untuk merujuk kakak ke RS Suaka Insan(Rumah sakit yayasan Kristen dan paling terkenal di Banjarmasin) disana kakak mungkin dapat tindak medis yang lebih karena disana ada dokter saraf bahkan jika diperlukan tindakan operasi disana mungkin dapat melaksanakannya. Tak lama berselang kakakku dibawa ke RS Suaka Insan disana kakakku. Aku ingin masuk ke mobil Ambulans yang membawa kakak ke RS Suaka Insan tapi Om Mul melarangku dan dia mengajakku ikut bersamanya di mobilnya. Ya aku menurut saja apa kata Omku itu.

Sekitar lima belas menit kami menunggu. Akhirnya  kami pun berangkat ke RS Suaka Insan. Aku, Omku, dan Andre naik mobilnya Omku sedangkan. Kak Resa, kak Arif, kak Nila, Kak Adis, dan Istrinya Omku ikut di Ambulans menemani kakakku. Kami mengikuti mobil ambulans dari belakang namun aku semakin sedih ketika pada waktu itu aku tak dapat menemani kakakku disana apalagi mobil ambulans itu meninggalkan kami jauh karena mobil ambulans dapat menerobos  lampu merah begitu saja ditambah dengan kami terjebak macet maklum kota besar.

Setelah perjalan sepanjang satu jam penuh kami akhirnya sampai di RS Suaka Insan kami berjalan menuju UGD. Omku bertanya ke perawat “mana dokternya ya?” “dokternya lagi makan siang” jawab perawat itu. Yah kami menunggu dengan bercanda bersama kakakku yang saat itu sudah sadar.

Setengah jam berlalu ternyata ada dokter yang datang dan menyuruh petugas UGD membawa kakakku ke ruang CT Scan. Ketika sampai disana diminta hanya satu orang saja yang menemaninya dalam ruang. Aku ingin menemaninya di ruangan itu namun aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan disana. Aku pun meminta kepada kak Adis teman karib kakakku yang selalu menemani kemana pun kakakku pergi. Mereka pun pergi masuk ke ruangan itu.

Setengah jam mereka didalam ruangan itu aku dan yang lain berbicara seadanya untuk mengisi waktu menunggu mereka keluar dari ruangan itu. Kreeekk bunyi pintu terbuka aku dan yang lain menoleh ke pintu ruangan itu. Kak adis keluar dari ruangan itu dengan tangisan. Kami pun bertanya kepadanya “ada apa kak, apa yang terjadi” dia tidak dapat menjawab hanya tangis yang memberi tahu kami apa yang terjadi pada kakakku. Oprator CT Scan pun meminta kakakku untuk dibawa ke ruang ICCU. Kami semua pun akhirnya mengerti keadaan kakakku sudah terlalu parah. Disana aku sangat sedih dan menahan air mata.

Krek… pintu ruang ICCU di buka oleh perawat yang berada disana. Kami memindahkan tubuh kakak ku yang lemah dan tak berdaya di ruang ICCU. Sekarang kakakku mulai kehilangan kesadarananya. Aku tak bisa tersenyum bahkan berkata sedikit pun. Aku tersentak sekarang. Aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membantu kakakku. Sebuah bisikan menelusup telingaku “hanya Allah SWT yang dapat membantu kakakmu saat ini”. Itu yang terdengar di telingaku aku pergi ke mushola yang ada RS Suaka Insan. Di mushola aku sholat sambil meneteskan air mata. Aku teringat kakak aku berdoa” ya Allah yang maha besar aku meminta tolong selamatkanlah kakakku. Disana dia terbaring lemah. Hanya kau yang dapat menyelamatnya. Hanya kepada-Mu aku meminta dan hanya kepada-Mu aku memohon.

Seusai aku sholat azhar di mushola. Aku kembali ke ICCU. Tangis disana pecah semua orang menangis. Kak resa menyuruhku cepat masuk kedalam ruangan kakakku. Ketika masuk aku melihat di seluruh tubuh kakak di penuhi selang infus dan alat-alat medis lainnya. Seketika tangisanku pecah ketika melihat tangan kakakku yang menggenggam erat tangannya karena menahan kesakitan. Aku pun terus mebacakan doa untuk kakakku dan sekali-kali menelpon mama dan papaku yang saat ini sedang menuju kesini mulai siang tadi setelah ku telpon.

Adzan magrib pun telah berkumandang aku terpaksa meninggalkan kakakku bersama Om ku beberapa teman-teman kakakku seperti kak Adis, kak Resa, dan lainya hampir satu fakultas seanggkatan dengan kakakku datang untuk meberikannya dukungan batin. Aku menunaikan ibadah sholat magrib berjama’ah bersama dengan teman-teman dan dosen kakakku. Belum selesai rakaat pertama aku sudah tak kuasa menahan tangisku. Aku menangis dan terus melanjutkan sholatku. Selesai sholat aku semua orang menatapku. Tanpa berkata sedikitpun aku langsung mengangkat kedua untuk berdoa demi keselamatan kakakku. Setelah sholat magrib aku bergegas ke ruanga ICCU untuk mendampingi kakakku,

Tak lama berselang papa dan mamaku tiba aku sedikit lega. Ketika mereka masuk kedalam ruangan ICCU papaku langsung berkata kasar karena tak terima melihat kakakku terbaring tak berdaya ditempat tidurnya. Sedangakan mamaku hanya dapat menagis. Aku langsung menenangkan papaku. Aku berkata “ini adalah cobaan dari Ilahi”. Papaku langsung berangsur-angsur tenang lalu kemudian aku pergi keluar dari ruangan itu. Diluar aku berbincang bincang bersama om beliau berkata “dit sabar ini cobaan” aku menjawab “iya om(sambil mengangguk)”  beliau berkata lagi “kamu disini sebagai anak tertua dikeluarga karena kakakmu masih seperti ini” aku menjawab “iya om. Aku sadar hal itu”. Disela-sela perbincangan kami kreeek pintu ICCU terbuka dan kakak Patmi teman kakakku yang paling tua di fakultasnya dan keluarga satu kampung halaman muncul dia berkata “ Om mul, Adit kedalam” aku dan Om Mul bersama Istri masuk kedalam disana kami bertemu dengan dokter saraf yang sore tadi berbicara dengan kami. Om Mul membuka pembicaraan kami antara aku, papaku, Om Mul, dan kak Patmi dengan dokter saraf “ ada ini kami di suruh kesini”. Papaku pun menjawab “kata dokter Ida harus dioperasi mala mini juga jika besok dokter ragu ida bisa bertahan”. Om Mul menjawab “ya harus tunggu apa lagi” ayah ku kembali menjawab “namun dokter Bedah Saraf tidak ada, lagi pergi ke Malang dan dokter bedah saraf hanya ada satu di KALSEL ”. Om Mul menjawab “kata suster tadi siang ada tapi dokternya hanya makan siang, namun kalau bisa dokternya disuruh pulang segala mala mini juga segala tiket dan yang lainnya kami tanggung”. Papaku mengiyakan hal itu kedokter. Setelah itu dokter saraf itu menelpon dokter bedah sarah yang bernama dokter  setiawan dan memintanya namun dokter itu tidak bisa pulang mala mini juga paling lambat dua hari lagi karena ini penting. Namun dokter saraf memberikan solusi. “bagaimana yang ngoperasi saya saja dan saya dibantu oleh dokter ahli bedah”. papaku meminta waktu untuk berpikir. aku yang mendengarkan pembicaraan tadi kecewa dengan dokter ahli bedah tadi. Setelah pembicaraan selesai papaku pergi mendekati ibu dan berdikusi bagaimana sebaiknya. Sebelum hasil mereka mendapatkan hasil aku mendekati mereka untuk sholat isya terlebih dahulu sebelum memutuskan semua. Papaku langsung mengiyaka dan pergi ke mushola aku mengantar beliau kesana setelah mengantar aku kembali kedepan ruang ICCU disana banyak teman-teman kakakku yang menunggu dia sadar.

Setelah sekian lama aku menunggu papa sholat akhirnya beliau kembali. Aku pun mencegat beliau di depan pintu ruang ICCU aju berkata kepada beliau “jangan ada penyesala apa yang bisa kita lakukan sekarang buat mba. Kita lakukan karena semua nasib itu di tangan Allah manusia hanya bisa berencana”. Papaku hanya berlalu saja dan masuk kedalam ruanga ICCU. Aku berpikir Papaku juga pasti berpikiran sama denganku jadi aku harus tenang.

Tepat jam 21.00 WITA teman kakak yang tidak kukenal keluar dari ruang ICCU dan memberi tahu kami kalau kakakku akan dioperasi mala mini juga. Terbersit sedikt senyum wajah dan keyakinan kalau ini adalah jalan terbaik yang papaku pilih.

Tak lama berselangan pintu ruang ICCU terbuka ternyata kakakku mulai dipindahkan perawat ke ruang operasi. Kami pun mengikutinya sampai ke depan pintu ruang operasi. Didepan pintu ruang operasi banyak teman-teman kakakku yang menunggu kakakku selesai walau jam sudah menujukan pukul 11.00 WITA. Semua orang menunnggu lampu didepan pintu ruang operasi itu padam pertanda bahwa operasi telah selsei. Aku mondar-mandir tak bisa diam kerana hati ku gelisah menunggu kakakku dioprasi apakah ini akan berhasil, apakah kami dapat menjemputnya dari surge pikirku.

Dua jam belalu pintu ruang ICCU mulai terbuka dan lampu disana pun padam seseorang pun muncul dari sana membawa 400 Cc darah yang telah dikelurkan dari kepala kakakku. Ya semuanya tersenyum mendengar hal itu. “Namun jangan senang dulu operasi masa kritisnya masih dua hari. Apakah lira dapat bertahan atau tidak?” kata dokter saraf yang keluar dari ruang. Namun sekrang aku yakin kami akan dapat menjemputnya dari surge walau masa kritisnya masih dua hari.

h1

Belum Saat Mencintai dan Dicintai

Mei 6, 2010

Cerpen Remaja
Oleh Aditya

Namaku Enda Gunawan lengkapnya tapi bukan Enda gitaris ungu dan sering dipanggil Enda aku seorang laki-laki tubuh tinggi sekitar 170cm-180cm,tidak gemuk,muka pas-pasan,berkulit agak kecoklat-coklatan dan aku baru lulus SMP dan sekarang masuk di salah satu SMAN BANJAR BARU. Kata teman-teman aku baik dan tidak pemarah mereka menyebut aku seperti itu karena aku setiap kali diejek orang pasti diam aja. Entahlah aku juga nggak tau itu benar atau nggaknya hal itu karena seseorang tidak bisa menilai dirinya sendiri.
***
Senin pagi bulan Juli 2006 tepat pukul 4.30 Wib aku terbangun dari tidurku, aku merasa aku harus sholat dan mandi cepat-cepat kerena hari ini adalah salah satu hari bersejarah dalam hidupku. Hari ini pertama kalinya aku masuk SMA rasanya malu, takut, dan gugup karena hari ini juga hari pertama kegiatan MOS kata orang kegiatan MOS itu sulit. Ternyata MOS tidak sesulit yang aku bayangkan malah sebaliknya aku mendapat sahabat baru seperti Aldo orang baik,tubuhnya agak pendek,kecil,sopan,muka imut-imut dan agak pemalu, dan Hendri berkulit hitam, Rambut ikal,agak gemuk,punya kepercayaan diri yang besar,baik dipercaya teman-teman dan guru. Kami semua masuk kelas X1 kata orang sih kelas unggulan tapi aku juga tidak tau pasti tentang hal ini maka dari itu aku dibilang teman-temanku KUPER(kurang pergaulan).
***
Waktu terus berputar tanpa terasa tiga hari telah berlalu setelah aku mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa hari ini Rabu dan hari ini adalah terakhir MOS. Hari ini aku pun ditunjuk sebagai ketua kelas dikelas X1. Aku bangga karena diberi kepercayaan lebih dari teman-teman dan guru tapi ada takutnya juga karena membutuhkan tanggung jawab yang besar hari-hari kami berjalan dengan seru dan membahagiakan. Lima bulan berlalu dan tepat bulan Desember kami duduk dikelas X1 dan banyak kejadian sedih, senang, dan canda tawa kami lalui bersama di kelas X1. Pada bulan Desember 2006 inilah aku baru mengenal akrab kakak-kakak kelasku yang bernama Rendy kelas XI1 IPA 1 berwajah lumayan ganteng,suka olah raga tenis meja,tinggi, hidung mancung,sopan,dan pintar berserta Alex kelas XII1 IPA 1 agak pendek,hobi olah raga,pinter, hidung pesek,dan tau diri. Aku bertemu dengan mereka saat diacara pelantikan OSIS andai tidak ada acara pelantikan OSIS kami pun tak kan akrab seperti ini. Mereka adalah sahabat baikku boleh dikatakan kami adalah soulmate yang tak terpisahakan karena kami biasanya saling curhat tentang perasaan kami masing-masing kami juga saling berbagi sedih,senang,dan canda tawa bersama-sama. Pada hari Senin bulan Desember 2006 Rendy berkata kepada kami bahwa dia menyukai seorang perempuan bernama Mulan. Kami terkejut mendengarnya lalu aku menyarankan kepada dia untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada gadis itu aku berkata kepadanya” kamu mungkin bisa menjadi seorang kekasihnya” setelah satu minggu setelah dia menyatakan cintanya dia menjadi kekasih gadis itu. Alex pun berkata setelah mendengar hal itu “Selamatnya!hayo Benarkan yang dikatakan Rey kalau kamu bisa menjadi kekasihnya”. Rendy pun menjawab “iya tapi tanpa dukungan kalian berdua mungkin aku tidak akan menjadi kekasih Mulan terimakasih teman-teman”aku dan alex menjawab bersama-sama”sama-sama Ren kitakan sahabat dan juga sudah sepantasnya kita sebagi manusia harus tolong-menolong bukan saling luka-melukai”.
***
Sekarang hari selasa bulan Januari 2007 tepat dan sudah satu bulan Rendy dan Mulan berpacaran dan sekarang aku telah belajar dan mulai mengenal apa itu arti cinta, ada seorang perempuan yang membuatku jatuh cinta dia bernama Desi dia entah mengapa aku menyukai dan mencintai dia mungkin karena cantik,baik,pinter,lumayan tinggi,Manis,hidung agak pesek, rambut pendek, tapi kelakuannya sedikit kekanakan mungkin karena kekanak-kanakan itulah aku menyukai dia dan dia adalah kakak kelasku kelas XI1 temannya Rendy dan aku menyeritakan hal itu kepada Alex dan Rendy Alex pun berkata “Coba aja Rey kamu ungkapkan perasaan kamu ke dia mungkin kamu bisa jadi kekasihnya juga seperti Rendy dan Mulan” aku menjawab “ baiklah aku akan mencobanya tidak salah kalau aku mencobanya” kemudian Rendy juga ikutan bicara “kalau bisa jadi pacarnya aku kasih hadiah”aku pun kembali menjawab “jangan bohong ya,kamu tahukan bohong itu dosa lo”.dia pun kembali menjawab dengan nada yang meyakinkan “ngapain aku bohong aku juga udah tau kalau bohong itu dosa” hari ini pun terasa cepat sekali berlalu.
***
Keesokan harinya hari selasa di depan Lab.IPA aku mengukapkan cintaku kepada Desi aku berkata “Desi aku sayang dan cinta padamu maukah kamu menjadi pacarku” tiba-tiba suasana menjadi tegang dan hening. Dia menjawab “sorry, aku nggak bisa menjadi pacar kamu lebih baik kita temanan aja” aku menjawab kembali “iya nggak papa”setelah itu aku pergi dari sana dan menuju pulang tetapi saat ditengah perjalanan aku bertemu Alex dan Rendy. Alex pun bertanya “Nda kamu diterima atau nggak” Aku menjawab “Nggak “dia kembali menjawab”nggak papa yang penting udah nyoba masalah diterima atau nggak bukan masalah ” Si Rendy berkata “walau sesedih apapun kita karena ditolak cewek jangan sampai bunuh diri dan sorry aku nggak akan ngasih hadiah ke kamu karena kamu nggak jadi pacarnya Desi”ku jawab lagi “ya nggaklah walau aku sedih aku nggak akan bunuh diri kok karena aku tau kalau cewek di dunia ini nggak cuma dia seorang masih banyak cewek lebih baik dari dia dan walau aku bunuh diri pun nggak akan membuat dia jadi kekasih melainkan menambah dosaku ini” dan hari-hariku dibulan Januari pun berjalan seperti biasa walau hatiku sedih.
***
. Dua bulan telah berlalu aku memasuki kelas XI IPA 1 dan teman ku Alex dia telah lulus SMA di kelas baruku ini aku bertemu teman-teman yang dari kelas lain dulunya.Dikelas ini aku mendapat seorang sahabat lagi benama Deniel dia orangnya baik, ganteng, tinggi ,badannya lumayan berisi tapi agak jail dan disini aku duduk sebangku dengan Echa dia manis,baik, tinggi,hidung pesek dan paling peka kalau disakiti oleh laki-laki.Hari-hari kami dikelas ini dengan penuh kejailan dan penuh kebahagiaan karena kami selalu berahasil ngerjain teman-teman yang Ul-Tah dikelas. Saat ini aku mulai bisa melupakan Desi.
***
Semester ganjil berlalu dengan kejadian-kejadian yang mebahagiakan dan sekarang bulan Juli aku kembali suka kepada seorang Perempuan di bernama Eri dia teman sekelasku,dia adalah orang yang disetiap apa pun dilakukannya harus dengan keinginannya, Tidak mau ada kesalahan sekecil apapun, lumayan cantik,Lumayan tinggi ,hidung agak mancung,pinter tapi nggak terlalu nyambung sama teman-teman karena dia sensitip sedangkan teman-temanku suka bercanda walau biasanya agak keterlaluan dan pada hari Selasa bulan Agustus 2008 aku menyatakan cinta ku kepada dia tetapi hasilnya sama aku ditolak dan setelah bulan agustus telah berlalu aku berhasil melupakan Eri aku kembali mengungkapkan cinta kepada Lala dia adalah cewek yang sopan,gak angkuh,baik,cantik,suka bercanda,lumayan tinggi , dan sahabtnya Eri tapi hasilnya ditolak juga dan nggak Eri tahu hal itu dia marah kepada ku dan Lala.Tapi ada yang buatku bingung dia menghina kami sebagai pengkhianat betapa sakit dan kecewanya hati kami berdua mungkin takan terlupakan tapi hal itu tak hanya didengar oleh telinga kami saja banyak teman-teman yang mendengar dan marah mendengar perkataan dia kepada kami. Setelah itu aku pun bertanya dalam hati kecilku”kenapa dia berkata seperti itu ku rasa aku tak pernah berbuat salah dengannya”namun setelah aku cari tau ternyata dia marah karena dia tahu aku telah mengungkapkan cinta kepada Lala ternyata setelah aku dan Lala tahu hal itu Lala juga marah kepadaku karena mereka kira aku ingin merusak persahabatan mereka, Mereka salah mengira kalau hal itu adalah rencanaku untuk merusak persahabatan mereka tetapi hal itu semua ku lakukan dengan didasari cinta aku pun berkata dalam hati”emang benar ya, yang dikatakan pepatah dulu kalau cinta emang sulit ditebak karena kita bisa mencintai dua orang sahabat. Aku pun meminta ma’af kepada mereka berdua karena kesalah pahaman ini walau aku sebenarnya tidak bersalah tetapi hanya Lala yang dengan mudah memaafkan aku sedangkan Ery masih terus marah.Seminggu berlalu setelah hari itu, Eri pun menyapa aku aku pun balik sapa tapi aku bingung kenapa dia menyapa aku padahal dia marah kepadaku,tapi dari kejadian itulah aku dan dia kembali berteman sebagai teman biasa dan aku tak memiliki perasaan cinta lagi kepadanya.
***
Beberapa bulan berlalu dan sekarang bulan Febuari bulan ini adalah bulan yang di tunggu-tunggu oleh para remaja diseluruh dunia karena bulan ini adalah bulan kasih sayang.setelah beberapa hari berlalu dibulan Febuari ini dan sampailah dipuncak hari kasih sayang yaitu tanggal 14 Febuari 2008 yaitu hari Valentine dan pada kesempatan itu aku bermaksud untuk memberi coklat kepada orang-orang yang aku pernah sayang dan ingin mengungkapkan cinta lagi kepada seorang cewek tetapi hal itu digagalkan oleh Eri yang menolak dan membuang coklat hasil pemberianku aku sedih,kecewa,dan sangat menyesal karena aku dulu telah mencintai orang yang tidak memiliki perasaan. Bulan Maret pun tiba aku mencoba mengukapakan cintaku yang dulu sempat tertunda karena Eri kepada seorang gadis yang bernama Alya dia cantik, putih, pinter, baik, asik,tinggi, hidungnya pasti mancung,gaul,dan pastinya dia cantik banget tetapi aku tak bisa mengukapkannya karena aku merasa bahwa dirinya terlalu sempurna buatku dan aku takut ditolak kembali oleh seorang gadis yang kucintai. Hari pun berjalan semestinya tidak ada yang aneh dengan hari-hariku walau aku memendam rasa cintaku kepada Alya.
***
Hari senin 12 Agustus kami mulai makin giat belajar karena satu minggu lagi kami akan menghadapi ulangan semester.Setelah satu minggu berlalu dan tepat hari senin kami menghadapi ulangan semester Genap. Hari kami mulai terasa berat dan menantang .”Uh akhirnya selesai juga ulangan semester kali ini rasanya lelah banget ”ucapku kepada Deniel “iya ya kenapa rasanya ulangan semester kali ini sangat melelahkan”jawab Deniel”aku juga ngga tahu”ucapku. Kesokkan harinya pada hari Jum’at sekolah mengadakan acara kelas meeting. Kami pun mengikuti lomba kelas meeting itu walau hanya lomba main Bola Volly. Pertandingan pun dimulai dan kami pertama kali bertanding hasil pada game pertama kami menang tapi hasil game ke 2-3 kami kalah walau kami memiliki banyak seporternya kami tetap kalah. Aku pun berkata”apa boleh buat mungkin itu kemampuan kita teman-teman”tapi mereka pun hanya diam meratapi kekalahan kami.seminggu pun telah berlalu tak terasa hari ini hari Jum’at lagi dan hari hari pengambilan Rapor oleh orang tua masing-masing aku pun merasa gugup karena aku tak tau hasil berjuanganku selama ini.Ternyata aku naik kelas dengan hasil yang lumayan bagus.
***
Sekarang hari Rabu bulan Juli tahun 2008, aku dan Deniel naik kelas kekelas XII IPA 1 dan Deniel karena dia telah memiliki seoarang kekasih bernama Cinta dia teman sekelas kami orang cantik asik di ajak ngomong,agak sedikit gendut,tinggi,hidung pesek tapi agak cengeng kalau ada sedikit aja masalah dia pasti nangis apalagi menyangkut oarng yang paling di sayanginya dan aku juga bertemu dengan perempuan bernama Jelita di teman sekelaku sekaligus teman sebangku sekarang dia putih,pinter,agak sedikit gendut,mata sipit,hidung pesek tapi nggak feminime gaulnya lebih popular disebut tomboy dan sedikit egois teman-teman ingin mengubah sifat jeleknya itu karena kalau dilihat baik-baik dia itu cantik dan mungkin banyak disukai cowok.Saat bertemu dengan Jelitalah aku mulai berani menyeritakan perasaanku kepada teman-temanku. Aku mulai bertanya-tanya dalam hati”perasaan apa ini yang ku rasakan kepada Alya sangat berbeda dengan perasaan yang kurasakan sebelumnya aku sangat teramat sayang dan cinta dengan Alya”aku berpikir aneh perasaan ini kenapa beda dengan atau ini yang dinama cinta yang sesungguhnya.Entalah aku juga nggak tau.
***
Sabtu malam minggu aku termenung didepan rumah dan suanana sepi,sunyi seyap,hanya bintang-bintang yang bertaburan dilangit dan aku berpikir tentang rencanaku untuk mengungkapkan rasa cintaku padanya dan pada keesokan harinya,hari senin saat jam pulang sekolah aku pun memberanikan diri, mengungkapkan perasaan cinta ku padanya Sesudah aku mengungkapkan hal itu. Dia berkata ”Tunggu jawaban ku yaaaa!”aku pun menjawab “Oke kutunggu jawaban kamu”. Ternyata setelah dua hari beralu tepat hari Rabu dia memberi jawaban”sorry,aku tak bisa menerimamu”aku cuma bisa berkata”Ow gitu ya”.tak beberapa lama datang Deniel,Cinta,Echa,Dan Jelita.Deniel bertanya “ ditolak yaaa?” aku menjawab”ya gitu dech”Deniel kembali menjawab”Aduh kacian ditolak cewek lagi eh jangan pergi kedukun yaa hanya karena ditolak cewek tiga kali aja”kemudian jelita memotong pembicaraan Deniel dan dia berkata”gila loe teman lagi patah hati coba dihibur jangan diejek ”aku pun kembali menjawab”nggak papa kok Ta.Tenang aja Den aku nggak akan pergi kedukun koq karena aku tau dosaku udah banyak nggak mungkin aku ingin nambahin dosaku”Echa pun ikut berbicara dengan kata-kata yang menyentuh hati dia berkata “iya benar kalau kita pergi kedukun itu musyrik namanya dan besar dosanya makanya dhik sabar aja dan banyak-banyaklah berdoa kepada Allah karena semua hal tidak ada yang tidak mungkin dimata-NYA dan jika doa kita tidak terjadi(terkabul) bukan berarti Allah tidak mendengarkan doa kita melain ditunda oleh Allah atau diganti-NYA dengan yang lebih baik”.walau Echa telah berkata begitu hanya menghilangkan sedikit rasa sedihku dan aku berkata dalam hatiku berkata” aku sedih,kecewa dan rasanya hati ini ditusuk oleh sebuah belati yang sangat tajam yang mampu menyobek daging ini dengan sekali ayun saja,mungkin hal itu karena ditolak seorang cewek yang teramat sangat aku cintai dan sayangi tapi mungkin itulah yang tebaik untukku dan untuknya,dan hal ini sebagai pembelajaranku menuju kedewasan, motivasi tetap berusaha walau semua tidak mungkin terjadi tapi lain halnya jika kita meminta pertolongan dengan Allah,dan aku harus berusaha mencoba melupakannya walau sebenarnya aku tak bisa melupakannya dan aku masih teramat sayang Kepadanya”.Pada Bulan Maret aku merasa kalau aku belum bisa mencintai dan dicinta seseorang dan aku memutus untuk tidak mencintai seseorang lagi untuk beberapa waktu ini. Aku pun akan jauh-jauh mengubur semua kenangan dan pengalamanku tentang CINTA karena pengalamanku tentang cinta dan perempuan sangat begitu menyakitkan. Mungkin kah benar yang dikatakan orang kalau virus cinta itu menyakitkan.